Sebelumnya saya mohon maaf bagi para perancang maupun pengguna SENSOR PARKING yang telah banyak digunakan di perkantoran,kampus,dan tempat-tempat umum lainnya.Disini saya melihat kelemahan dari sistem yang tergolong dalam kategori CANGGIH ini, Mengapa? karena masih ada saja kendaraan yang bisa keluar tanpa pemilik aslinya alias DICURI..
Berikut saya akan coba menjelaskan kelemahannya, semoga kita semua dapat mengembangkan sistem ini menjadi lebih baik dan lebih sempurna lagi demi kenyamanan kita bersama.
Dalam sistem ini, pengguna kendaraan masuk dengan memencet tombol pada portal masuk. Di sana,anda menarik tiket yang keluar, kendaraan anda akan difoto dan portal akan dibuka. Selanjutnya pengguna kendaraan tersebut masuk dan memarkirkan kendaraannya. Ketika akan keluar, anda menunjukkan tiket parkir pada pos
Berikut ini adalah Flow dari sistemnya
Berikut adalah (perkiraan) Logical Data Model sistem informasi
Terlihat canggih dan mungkin aman, namun dimanakah kelemahannya?
Dari penjelasan sistem parkir di
atas, dapat dilihat bahwa untuk pengamanan (dari curanmor), sistem
mencocokkan foto kendaraan masuk dengan plat nomor motor yang keluar
yang mereka (petugas) lihat. Di sinilah letak celah keamanan tersebut.
Misalnya, seorang maling, sebut saja MR.X , memiliki “motor SUPER-X warna hitam dengan plat nomor BK 1234 XX” (lengkap
dengan surat-suratnya). Ketika masuk ke portal , maling tersebut
memencet tombol lalu sistem memfoto maling tersebut bersama “motor SUPER-X warna hitam dengan plat nomor BK 1234 XX”. Karena motor tersebut motor
sejuta umat, maling tersebut mengincar motor jenis yang serupa dan
merangkap/mengganti plat nomor motor curiannya dengan plat nomor
miliknya, “BK 1234 XX”. Ketika si maling akan keluar, tentunya dia akan
memberikan tiket yang dia peroleh sebelumnya. Sistem pun menunjukkan
foto “motor SUPER-X warna hitam dengan plat nomor BK 1234 XX”, sesuai dengan motor
yang dibawa maling keluar, padahal itu bukan motor yang sama. Jika STNK
diperiksa, dia tinggal menunjukkan STNK miliknya, maling pun dengan
mulusnya keluar parkiran dengan motor curiannya. Lalu bagaimana
dengan motor miliknya terdahulu? Ya si maling tinggal bilang tiketnya
hilang, santai, karena dia memiliki surat-suratan lengkap, dan itu
memang motor miliknya, paling denda Rp------ (sesuai tarif denda yang ditentukan).
Sebenarnya si maling tidak perlu memiliki
motor yang sama, hanya perlu mirip, karena foto yang dihasilkan tidak
jelas seperti di majalah otomotif. Backlight matahari, Backlight lampu
motor, air hujan, dan sebagainya membuat foto kendaraan masuk terlihat
tidak jelas, bahkan plat nomor pun kadang tidak terbaca.
Yah beginiliah sedikit pandangan saya dalam melihat celah keamanan pada
sistem sensor parking. Bukan karena saya bermental maling atau apa,mohon jangan berpikir negatif tentang saya okey.
semoga faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama dan
memberikan transparansi faktor pertimbangan pemenang tender kepada warga
kampus.
, mungkin jika sistem parkir
masih seperti ini kalian masih bisa berhasil mencuri menggunakan
modus yang sama. Namun, ingat balasan yang akan diterima di akhirat,
uang haram yang mengalir di darah kalian dan keluarga, apalagi jika
tertangkap basah, neraka dunia siap mengeksekusi.(alias dibakar hidup-hidup oleh massa sebelum diamanankan kekantor POLISI).Saya berharap semoga kalian cepat
sadar. Masih banyak jalan untuk meraih rejeki halal.
Kejahatan bukan karena ada niat dari pelakunya tetapi karena adanya kesempatan WASPADALAH WASPADALAH WASSPADALAH ( copas kalimat dari "Bang Napi") hehehehe :P
No comments:
Post a Comment